KONSEP PERJALANAN KEHIDUPAN
Penjelajah dunia maya yang budiman
Dari bayi kecil yang lahir tak berpakaian tak langsung pandai berpengetahuan dan tak ber – apapun.Tapi dia dibekali akal pikiran, hati serta fisik yang sempurna guna mengarungi perjalanan hidup.Dibekali juga indra yang semua diperuntukkan guna menunjang kehidupannya.Hingga menjadi wajib hukumnya untuk mereka belajar...........
dan menteorikan perjalanan hidup mereka sendiri .
Menghargai kebijakan Tuhan.
Jika kita telah percaya alias Iman.Dan mengaku benar Tuhan adalah Tuan,yang menciptakan, merencanakan dan mengabulkan apa keinginan kita maka tetapkanlah dirimu disana dengan kesabaran,usaha yang kuat,berpasrah,dan berdoalah padanya.
Bagaimanakah menghargai kebijaksanaan Tuhan itu.?
LIHAT APA SAJA YANG BIASA TERJADI!.....
*Kita ini didalam hidup mengalami banyak problema(cobaan ,ujian,dls).kita sudah berusaha untuk kuat dan tabah menjalaninya tapi semua tak usai-usai.Selesai urusan satu muncul masalah lain dsb.
*Kita punya tujuan baik,benar dan mulia tapi sulit dan berat tak segera tercapai,meskipun telah berupaya sekuat mungkin dan pengorbanan yang tak kecil harganya.
*Kita telah berdoa tiap malam tiap ibadah dan tiap hari tapi semua tak segera terkabulkan oleh Tuhan.
Terus bagaimana ini adakah yang salah akan semua ini ?
ADA banyak alasan akan hal itu:
2.Belum saatnya,karena buah yang matang sebelum waktunya biasanya ndak terlalu enak.
3.Kuat keinginan, tapi mungkin ketika diberikan oleh Tuhan apa yang di inginkan dalam prosesnya kita mungkin belum siap.Jadi dari pada malah amburadul Tuhan urung untuk mengabulkan.
4.Di kabulkannya niatan seseorang terhadap sesuatu itu akan berpengaruh terhadap sesuatu disekelilingnya baik itu keluarga, lingkungan maupun suasana yang tengah terjadi.Kadang sesuatu terkabul karena untuk dihadapkan kepada orang disekalilingnya atau juga kadang tidak segera dikabulkan karena menghindari itu .
Sehelai daun muda telah jatuh dan taat memenuhi takdir Tuhannya.
Tak pernah menyalahkan angin yang menjatuhkannya,karena
semua telah terencana dari sang Maha Perencana.
Jadi bagaimanakah seharusnya sikap kita:
1.Tetaplah konsisten berusaha pasrah bersabar dan berdoa.
2.Perkuat mental dan pribadi sendiri dengan cara terus membangun keyakinan.
3.Jangan sedikit-sedikit mengeluh dan menghujat,karena keluhan dan hujatan yang terbaikpun tak akan mengubah semuanya, malah justru akan menghancurkan kekonsistenan kita dan usaha kita yang sudah hamper diujung mata akhirnya harus kembali mundur hilang dan bahkan malah merusak segalanya.
4.Yakinlah kawan bahwa kesuksesan dan kemudahan itu tak resikonya tak semudah yang dibayangkan,sehingga semua akan berasa dan kita akan lebih hati-hati.Dan sedangkan orang yang mudah duluan kadang kadang akan menamui kesusahan diakhirnya jika dia tidak konsisten.
Diibaratkan orang yang hati-hati adalah seseorang yang takut ,zaman sudah transportasi tapi dia hanya berjalan kaki .Pelan-pelan asal sampai dan selamat.
Diibaratkan orang yang berani adalah seseorang yang belajar naik sepeda, yang meskipun penuh resiko iamencoba dan menjalani dan akhirnya bisa untuk mengendalikan nya dan menjadi keuntungan bagi setelah bisa, karena banyak hal yang bisa segera untuk dilakukannya dengan sepedanya, SERTA Cepat sampai pada tujuan.
5.Yakinlah bahwa semua pertanyaan yang kita tujukan padaNya dan jawabannya tidak sesuai dengan keinginan pasti alasannya adalah yang terbaik untuk diri pribadi dan seseorang disekitar kita.
6.Yakinilah bahwa sikap yang benar adalah orang yang menerima, menikmati dan setia pada proses.
7.Nantikanlah bahwa semuanya akan hadir pada waktunya
Semua yang terjadi sekarang adalah kekuatan untuk memulai yang akan dihadapi dimasa mendatang..
Semua yang terjadi sekarang adalah kekuatan untuk memulai yang akan dihadapi dimasa mendatang..
Selamat
Semoga kita semua dapat memahami ini.Dan sungguh bijaksananya Sang Pencipta TUHAN Semesta sehingga semuanya telah direncanakan sedemikian rupa untuk manusia agar kita mau belajar.Baik dari fenomena yang terjadi pada manusia, tumbuh-tumbuhan, hewan serta se...eemua isi alam semesta yang tersirat dan reaksinya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar